BERITA BPIP :: Minggu, 18-04-2021

Puluhan Napi Teroris di Lapas Gunung Sindur Ucapkan Ikrar Setia Pancasila

BPIP RI

Bogor:- Sebanyak 34 narapidana terorisme kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hal itu dibuktikan dengan pengucapan ikrar setia kepada Pancasila di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (15/4). Pelaksanaan upacara ikrar setia ini diawali dengan menjalani pembacaan janji, penandatanganan, serta mencium bendera Merah Putih.

Adapun seluruh napi yang mengucapkan ikrar berasal dari berbagai jaringan terorisme di Indonesia, seperti Jamaah Ansharut Daulah (JAD), simpatisan ISIS, simpatisan Daulah, dan lainnya. Sebanyak 34 napiter ini telah menjalani masa pidana penjara di Lapas Narkotika Kelas IIA Gunung Sindur, dengan masa pidana yang beragam. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat Sudjonggo mengatakan, pengucapan ikrar tersebut merupakan bentuk implementasi hasil program deradikalisasi. Hal itu bertujuan sebagai pengikat tekad dan semangat, serta penegasan untuk bersedia kembali membangun kehidupan berbangsa dan bernegara dalam bingkai NKRI.

Secara khusus, tujuannya yaitu berpegang teguh pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, secara tulus setia kepada NKRI dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika dan meningkatkan kesadaran bela negara untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. “Ikrar ini merupakan langkah pembinaan agar para napi teroris dapat kembali membela NKRI,” kata Sudjonggo kepada wartawan usai prosesi ikrar sumpah setia, Kamis.

Selain itu, pengucapan ikrar ini juga syarat bagi narapidana tindak pidana terorisme apabila di kemudian hari mengajukan pembebasan bersyarat, menjelang bebas dan program lainnya. Pelaksanaan ikrar tersebut dilakukan bertahap dan berkesinambungan. Setelah ini, sebagai bentuk implementasinya, para pelaku baik individu maupun kelompok harus bersedia meninggalkan atau melepaskan diri dari aksi dan kegiatan terorisme.

"Ikrar setia ini dilakukan secara sadar dan tanpa paksaan, sehingga keinginan untuk kembali ke NKRI berasal dari individu WBP masing-masing," ucap Sudjonggo. Napi yang sudah mengucapkan ikrar setia diharapkan dapat menjadi agen yang membantu pemerintah untuk memberikan pencerahan bagi orang-orang di sekitarnya, sehingga menghambat proses penyebaran radikalisme di Indonesia.

“Semoga ini menjadi awal untuk membuka jalan para napi kembali ke masyarakat. Diharapkan masyarakat dapat menerima kembalinya para napi terorisme ini ke tengah mereka,” ujar dia. Kepala Kanwil yang akrab dipanggil Jonggo ini menyebut bahwa kegiatan ini juga disaksikan langsung oleh perwakilan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri, Badan Intelijen Negara, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan kepolisian sektor setempat.

"Dari total 56 napi terorisme yang ada di Lapas Kelas IIA Narkotika Gunung Sindur Bogor, terdapat 22 napi tindak terorisme yang belum mengucap sumpah NKRI. Sehingga kita terus lakukan pembinaan yang berkelanjutan, agar mereka bertekad kembali ke NKRI," kata Jonggo. (AI/ER)

...
Nama :
Email :
Komentar :
 
Kirim
Arsip Berita BPIP
Rubrik lainnya
Berita BPIP
Kunjungan kerja