BERITA BPIP :: Minggu, 18-04-2021

Pancasila Dinilai Ideologi Modern yang Mampu Menjawab Tantangan yang Dihadapi Indonesia

BPIP RI

Jakarta:- Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Fahira Idris menilai Pancasila merupakan Ideologi modern dan visioner. Bahkan menurutnya Pancasila diyakini mampu menjawab berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini.

“Walau dirumuskan dan ditetapkan lebih dari 75 tahun silam, sejatinya Pancasila merupakan sebuah Ideologi modern”, ucapnya saat Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Kepulauan Seribu, Jakarta dikutip dari kasatara.id Rabu, (14/4).

Ia juga menyebut Pancasila menjadi bukti nyata kecerdasan kualitas dan visionernya para pendiri bangsa ini dalam meneropong dan memprediksi tantangan zaman yang bakal dihadapi Indonesia saat ini dan di masa depan.

“Berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia baik tantangan internal yang menghambat maupun tantangan global yang kompleks membutuhkan keteguhan ideologi”, ujarnya.

“Keteguhan ideologi ini bisa tertanam kuat jika Pancasila menjadi basis karakter semua anak bangsa terutama para pemimpin. Karakter Pancasila menjadi kunci bagi Indonesia untuk mengurai semua tantangan yang dihadapi saat ini dan kedepan”, sambungnya.

Menurut Fahira tanpa karakter yang kuat dan berakar, sebuah bangsa tinggal menunggu kehancuran. Karakter bukan hanya tanda sebuah negara eksis, tetapi juga ‘kendaraan’ bagi sebuah negara untuk melompat maju. Sebuah negara akan kokoh maju dan tidak terombang-ambing jika mempunyai karakter yang kuat.

“Misalnya saja, tantangan perkembangan ekonomi yang saat ini ditandai dengan penyatuan dalam perdagangan atau pasar bebas. Pasar bebas yang sama artinya dengan perebutan pasar, penuh dengan persaingan tidak sehat dan dipenuhi praktik-praktik ekonomi yang tidak berdimensi keadilan terutama karakter serakah yang dalam konteks ekonomi praktiknya nyatanya adalah penguasaan atas aset dan kesempatan (monopoli) yang mematikan kelompok pengusaha kecil”, jelasnya.

Jika kita konsisten terapkan ekonomi Pancasila, maka tantangan-tantangan tersebut bisa kita retas. Muara ekonomi Pancasila itu mewujudkan pemerataan sosial, Jika kesenjangan dan ketimpangan ekonomi kecil maka kondisi ekonomi sebuah bangsa tidak akan mudah terguncang.

“Koperasi menjadi pondasi dan bekerja secara kooperatif menjadi implementasi. Dari sini akan lahir gelombang besar usaha rakyat baik di desa maupun di perkotaan. Usaha tersebut membuka lapangan kerja dan barang atau jasa yang diproduksi dibeli kembali oleh masyarakat sehingga semua sisi perputaran ekonomi dirasakan rakyat hasilnya,” pungkasnya. (ER)

...
Nama :
Email :
Komentar :
 
Kirim
Arsip Berita BPIP
Rubrik lainnya
Berita BPIP
Kunjungan kerja